1.000 Personel Diturunkan Perbaiki Jalan Berlubang Di Jalur Pantura Dan Yogyakarta

JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menerjunkan 1.000 personel untuk memperbaiki lubang jalan di sepanjang Jalan Nasional Pantai Utara (Pantura) Jawa Tengah dan Yogyakarta, Selasa (22/12/2020).

Perbaikan jalan ini untuk memperlancar konektivitas di jalur yang merupakan salah satu urat nadi transportasi dan logistik tersebut.

Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Marga Hedy Rahadian mengatakan akibat tingginya curah hujan dalam beberapa waktu terakhir menyebabkan sejumlah titik di Jalan Pantura dan Yogyakarta berlubang.

Ada lima ruas jalan nasional yang mengalami kerusakan dan berlubang yang sudah diidentifikasi.

“Kami sudah mengidentifikasi ada lima ruas jalan nasional yang mengalami pertumbuhan lubang secara luar biasa. Kami sudah turunkan tim untuk pelakukan penambalan secara cepat,” kata Hedy dalam siaran pers, Selasa (22/12/2020).

Adapun lima ruas jalan nasional yang akan dilakukan penambalan cepat tersebut yaitu Pemalangan-Pekalongan-Batang-Pelen, Semarang-Kudus-Lasem, Ketanggungan, Lingkar Sumpiuh dan Wangon.

“Penanganan tersebut memang masih bersifat sementara yaitu dengan penutupan lubang. Sementara untuk perbaikan permanen akan dilakukan setelah musim hujan usai,” kata Hedy.

Hedy merinci, dari total 1.000 personel, 350 orang di antaranya ditugaskan di Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (Satker PJN) I, 180 orang untuk Satker PJN II dan 200 orang di Satker PJN III di wilayah Jateng dan sementara sisanya 170 orang di wilayah DIY.

Kegiatan preservasi jalan dan jembatan di Tahun Anggaran 2020 terus dilaksanakan setiap hari sejak terkontrak Januari 2020 dengan total panjang penanganan 96,29 kilometer.

Total penanganan tambal lubang yang telah dilakukan sejak bulan Januari 2020 sebanyak 5.493 lubang.

Hingga akhir tahun akan ada tiga tim sapu lubang yang diterjunkan setiap hari untuk menangani lubang jalan yang masih tersisa dengan patching modul.

Dua tim bertugas untuk menangani lokasi-lokasi rutin dan satu tim ditempatkan di lokasi lingkup efektif rehabilitasi mayor di Lingkar Pemalang dengan rata-rata penggunaan aspal CAP mencapai 40 ton atau 4 dump truck.

Selain penanganan lubang, beberapa waktu lalu tim Balai Besar Pelaksanaan Jalan Tol (BBPJN) Jateng-DIY juga telah menangani beberapa titik longsoran yang cukup banyak seperti di KM 57+300, KM 60+800, KM 68+400, KM 84+600, KM 88+300 di Kabupaten Batang dengan pekerjaan perbaikan pasangan batu.

Kegiatan lainnya seperti pengendalian tanaman atau rumput liar di ruang milik jalan (median, bahu jalan) juga terus dikebut dengan menerjunkan 54 orang yang terbagi dalam lima tim di lima lokasi yang berbeda.

Pada tahun anggaran 2020, untuk lingkup efektif rehabilitasi mayor jalan telah ditargetkan sepanjang 7,57 kilometer, namun demikian karena realokasi anggaran untuk penanganan pandemi COVID-19 ini sebagian pelaksanaannya dimundurkan ke tahun anggaran 2021. [Source:Kompas]

Komentar Dinonaktifkan