BPJN NTT Teken Kontrak Empat Paket Proyek Tahun 2021

KUPANG – Balai Pelaksanaan Jalan Nasional ( BPJN) Nusa Tenggara Timur ( NTT), menggelar kegiatan penandatanganan kontrak bersama empat paket proyek pembangunan jalan tahun 2021 senilai Rp 53 miliar.

Acara penandatangan kontrak tersebut dilaksanakan di ruang aula Graha Flobamorata BPJN NTT, Senin (21/12/2020).

Hadir dalam acara itu Kepala BPJN NTT Muktar Napitupulu, Kepala Balai Pelaksana Pemilihan Jasa Konstruksi (BP2JK) wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Andi Silmi Safril, sejumlah pejabat BPJN NTT, Satker dan PPK.

Empat paket proyek jalan di NTT tahun 2021 yang dikontrak lebih awal itu yakni, paket preservasi jalan Waikelo-Kota Waikabubak senilai Rp 6,6 miliar.

Proyek tersebut ditangani oleh PPK 1.3 Satker PJN Wilayah I NTT dan dikerjakan oleh PT Padi Jaya Makmur.

Selanjutnya paket preservasi jajan Taranama-Lantoka-Taranama-Lantoka-Maritaing senilai 5,9 miliar.

Proyek ini ditangani oleh PPK 2.3 Satker PJN Wilayah II NTT dan PT Tiga Dara Karya Sejahtera ditunjuk sebagai pelaksana kontrak.

Kemudian paket peningkatan struktur jalan Pantura Flores, Pota-Wae Kelambu, Batas Kabupaten senilai 29,1 miliar.

PPK 3.3 Satker PJN Wilayah III NTT menangani paket yang dikerjakan oleh PT Wijaya Graha Prima ini.

Dan terakhir paket preservasi jalan batas Kabupaten Manggarai-Sp Bajawa dan Kota Bajawa-Malanuza-Gako senilai 11,7 miliar.

Pekerjaan ini ditangani oleh PPK 3.4 Satker PJN Wilayah III NTT dan dilaksanakan oleh PT Indoraya Jaya Perkasa.

Kepala BPJN NTT Muktar Napitupulu, mengatakan, penandatanganan kontrak ini dimulai lebih cepat dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

“Hari ini spesial, karena tanda tangan kontrak dini. Yang kami tahu di seluruh kegiatan-kegiatan penanganan jalan, baik nasional, provinsi dan kabupaten, BPJN NTT yang pertama tandatangani kontrak,” kata Muktar.

Menurutnya, jika pada tahun-tahun sebelumnya, tanda tangan kontrak kerja paket proyek dimulai pada Bulan Maret, maka tahun ini dimulai pada akhir tahun.

“Surat perintah mulai kerja (SPMK) bisa awal tahun (2021) dan sudah bisa tarik uang muka dan penyerapan berlangsung.  Tentu ekonomi akan bergulir. Ini adalah hal yang bagus,” imbuhnya.

Muktar menuturkan, pada tahun 2020 khusus untuk BPJN NTT, telah berkontribusi banyak untuk pembangunan jalan nasional di NTT.

Hal ini ditunjukkan oleh perkembangan pekerjaan fisik proyek yang mencapai 96,06 persen, atau lebih tinggi dari rata-rata seluruh Direktorat Jenderal Bina Marga.

“Bukan hanya itu saja, serapan keuangan juga mencapai 94,59 persen lebih tinggi dari rata-rata Bina Marga,” kata Muktar.

Karena itu, mewakili BPJN NTT, Muktar pun berterima kasih kepada para mitra kerja penyedia jasa, yang telah bekerja dengan baik pada tahun 2020. [Source:Kompas]

Komentar Dinonaktifkan