Desain Interior Pengaruhi Perilaku Seseorang

JAKARTA – Bagi banyak orang, mendesain rumah ataupun kantor menjadi hal yang penting dilakukan.

Tak heran jika hampir setiap rumah dan kantor mewah pasti menggunakan jasa arsitek dan juga desainer interior.

Tak hanya, kokoh, estetik, fungsional, namun juga dapat mengakomodasi semua kebutuhan penghuninya.

Dengan desain yang baik semua sudut ruangan dalam rumah atau kantor dapat dimanfaatkan secara maksimal.

Lebih dari itu, desain interior ternyata dapat memengaruhi perilaku atau suasana hati dan psikologis penghuninya.

Sayangnya, hal-hal semacam ini seringkali dilupakan terutama oleh mereka yang baru pertama kali memiliki rumah.

Karenanya, untuk dapat mengetahui lebih jauh seperti apa dan bagaimana desain interior dapat memengaruhi psikologi dan suasana hati Anda, berikut kami rangkumkan tipsnya.

1. Lantai hitam dan putih bangunan untuk jalan setapak

Konsep lantai hitam dan putih atau seperti papan catur ini sebenarnya sudah ada sejak lama. Lantai ini biasa terlihat atau digunakan sebagai lantai untuk toilet.

Ternyata, penjajaran warna hitam dan putih di ruang yang luas memberi sinyal bawah sadar pada pikiran manusia bahwa lantai seakan tidak rata.

Karena perasaan tidak seimbang itu membuat orang yang berada di dalam ruangan bergerak cepat.

Desain perpaduan warna ini juga biasa terlihat di ruangan yang padat lalu lintas orang misalnya seperti lorong jalan, lobi, kafetaria, pintu masuk, dan kamar mandi.

2. Atur mood dengan pencahayaan yang tepat

Pencahayaan yang tepat ternyata sangat memengaruhi mood seseorang di dalam ruangan tersebut.

Hal ini sama seperti Anda ketika melihat terbitnya matahari pada pagi hari, suasana hati tentu akan senang, gembira, dan bersemangat.

Cahaya yang terang, redup ataupun gelap akan sangat berpengaruh terhadap suasana hati seseorang.

Karenanya mengatur pencahayaan di dalam ruangan bukan hal yang sia-sia atau tidak masuk akal.

Berikut beberapa fakta sederhana tentang bagaimana cahaya memengaruhi emosi kita.

  • Cahaya terang meningkatkan emosi. Semakin terang cahayanya, semakin intens emosinya.
  • Cahaya biru menaikkan tingkat energi. Namun, matikan pada malam hari jika Anda ingin tidur nyenyak.
  • Cahaya alami meningkatkan kadar serotonin di otak kita dan membuat Anda lebih bahagia. Gunakan pencahayaan alami jika memungkinkan.
  • Selain itu, jika paparan dilakukan dalam jangka waktu tertentu, cahaya alami membantu meringankan gejala depresi. Ini memberi Anda ruang yang lebih bahagia dan lebih sehat.

3. Gunakan cermin untuk perasaan ekspansif

Cermin telah digunakan oleh manusia selama ribuan tahun, tetapi setelah itu, cermin terlalu mahal untuk dimiliki kebanyakan orang.

Namun, dengan penemuan cermin kaca perak modern oleh ahli kimia Jerman Justus von Liebig pada tahun 1835, cermin menjadi terjangkau untuk semua orang.

Di dunia modern, desainer menggabungkan cermin dalam konsep desain mereka untuk setiap ruangan.

Penempatan cermin dinding yang strategis membuka ruangan dan memberi penghuninya perasaan luas.

Saat dipasangkan dengan lampu alami yang memantulkan ke sekeliling ruangan, cermin Anda memancarkan cahaya ke seluruh ruangan dan mengangkat semangat Anda.

4. Warna bangunan mempengaruhi perilaku seseorang

Hal lain yang perlu diperhatikan saat memilih warna adalah musim atau tema desain Anda.

Misalnya, warna-warna hangat musim gugur membangkitkan perasaan yang berbeda dengan warna pastel musim semi.

Apalagi tujuan tiap ruangan di rumah Anda berbeda-beda dan dekorasinya harus sesuai dengan kebutuhan ruangan.

Tentu saja, sebelum Anda memulai desain apa pun, duduklah dan buat daftar pertimbangan khusus dari setiap anggota rumah tangga atau kantor.

Jika Anda mendekorasi ruangandengan penuh perhatian dengan kebutuhan fisik dan emosi semua orang di garis depan desain, proyek Anda dijamin sukses. [Source:Kompas]

Komentar Dinonaktifkan