Karena Corona, Pasar Perkantoran Di Jakarta Alami 6 Perubahan

JAKARTA – Tahun 2021, pasar perkantoran Jakarta akan mengalami sejumlah perubahan signifikan.

Perubahan tersebut diakibatkan oleh pandemi Covid-19 sepanjang tahun 2020 yang menyebabkan melemahnya pasar perkantoran di Jakarta.

Direktur Riset dan Investasi Leads Property Indonesia Kazim Ali Bokhari mengatakan setidaknya ada enam hal penting terkait perubahan pada pasar perkantoran di Jakarta pada 2021.

Perubahan itu menyangkut:

1. Fleksibilitas Sewa

Kazim mengatakan, karena pandemi Covid-19 yang terjadi selama 2020 dan belum mereda hingga kini, telah membuat perubahan pada kebijakan dan perilaku kerja dari penyewa.

Hal ini mendorong pemilik gedung memberikan kemudahan pada penyewa dalam bentuk syarat dan ketentuan sewa yang fleksibel.

2. Meningkatnya permintaan kantor di dekat perumahan

Dengan adanya fleksibilitas yang lebih besar dalam hal jam kerja dan jarak jauh diharapkan permintaan gedung perkantoran yang terletak di sekitar pemukiman akan meningkat.

Perkantoran seperti ini dapat dimanfaatkan sebagai `kantor satelit` bagi karyawan.

3. Tidak ada meja khusus

Kazim menyebut saat ini banyak penyewa telah menerapkan sistem kerja jarak jauh, jam kerja fleksibel, dan kepadatan terbatas di dalam area kantor.

Karenanya, tren desain kantor tidak akan lagi terpaku apda meja kerja yang didedikasikan khusus untuk satu karyawan.

4. Konsolidasi dan segregasi

Penyewa juga sudah mulai melakukan penilaian dan mempertimbangkan untuk menggabungkan kantor mereka menjadi satu lokasi.

Atau tetap menggunakan satu lokasi kantor dan akan dibandingkan dengan pembagian kantor menjadi beberapa lokasi.

5. Meningkatnya permintaan perkantoran berteknologi tinggi

Dengan semakin banyaknya bisnis yang mengandalkan jaringan berkecepatan tinggi untuk komunikasi internal dan eksternal, permintaan akan gedung perkantoran berteknologi tinggi meningkat dalam waktu dekat.

6. Pengurangan kebutuhan fisik ruang kantor

Beberapa perusahaan telah memutuskan untuk menerapkan kerja jarak jauh secara penuh atau sebagian.

Hal ini memungkinkan kebutuhan fisik kantor dapat dikurangi karena kantor tersebut tidak akan 100 persen ditempati oleh jumlah total karyawan.

Namun demikian, pasokan perkantoran di Jakarta pada 2021 mendatang diprediksi akan terus bertambah dari 10.98 juta meter persegi menjadi 11.40 juta meter persegi.

Pertambahan pasokan ini memengaruhi tingkat hunian menjadi hanya 74,4 persen dari sebelumnya 76,4 persen.

Sementara harga rata-rata sewa kantor di Jakarta juga diprediksi akan menurun yaitu mencapai Rp 240.000 per meter persegi pada 2021 dari sebelumnya Rp 243.000 per meter. [Source:Kompas]

Komentar Dinonaktifkan