Lima Tahun, Pemerintah Bakal Bangun Jalan Nasional 3.000 Kilometer

JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan membangun 3.000 kilometer jalan nasional baru selama periode 2020-2024.

Pembangunan jalan nasional baru sepanjang 3.000 kilometer,” jelas Direktur Jenderal (Ditjen) Bina Marga Kementerian PUPR Hedy Rahadian dalam webinar nasional bertajuk ” Konektivitas Prasarana Jalan untuk Kesejahteraan Bangsa”, Senin (21/12/2020).

Bentang pembangunan jalan nasional baru tersebut terdiri dari jalan strategis lintas utama pulau sepanjang 2.642,4 kilometer.

Kemudian, 253 kilometer jalan pendukung kawasan prioritas dan 104 kilometer panjang jalan akses simpul transportasi pelabuhan dan bandara.

Sebelumnya, pada periode 2015-2019, Kementerian PUPR telah menyelesaikan pembangunan jalan nasional sepanjang 2.650 kilometer.

Target pembangunan jalan nasional tersebut dilakukan untuk menekan waktu tempuh (travel time) perjalanan menjadi 1,9 jam per 100 kilometer pada lintas utama pulau di jaringan tersebut.

Perlu diketahui, saat ini, total panjang jaringan jalan di Indonesia mencapai 540.000 kilometer, belum termasuk jalan tol.

Dari jumlah tersebut, imbuh dia, masih terdapat disparitas antara jalan nasional, jalan provinsi, serta jalan kabupaten/kota.

Rinciannya, jalan nasional sepanjang 47.017 kilometer memiliki kemantapan kondisi jalan sebesar 90 persen.

Angka ini turun 2,2 persen dibandingkan tahun lalu atau sebesar 92,2 persen akibat Pandemi Covid-19.

Kemudian, kemantapan jalan provinsi sebesar 75 persen sepanjang 54.554 kilometer serta jalan kabupaten/kota 65 persen sepanjang 437.782 kilometer.

Menurut Hedy, angka kemantapan jaringan jalan di Indonesia itu tidak baik dan harus mencapai 100 persen.

“Kita harus bersama-sama memiliki kemantapan jalan yang baik agar akses mobilitas di jaringan jalan cukup baik,” imbuh Hedy.

Adapun fungsi jalan nasional adalah untuk konektivitas pelabuhan laut, pelabuhan penyeberangan, bandara pengumpul, serta mendukung pusat-pusat kegiatan. [Source:Kompas]

Komentar Dinonaktifkan