Masuk Tahap Uji Coba, Flyover Purwosari Bakal Beroperasi Awal 2021

JAKARTA – Tak lama lagi, Flyover Purwosari di Surakarta akan beroperasi penuh pada awal 2021.

Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VII Jawa Tengah DIY Satrio Sugeng Prayitno memastikan hal itu dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Rabu (23/12/2020) malam.

“Kami berkomitmen secara fisik tetap harus diselesaikan akhir tahun ini, meskipun secara administrasi masih sampai 31 Maret 2021. Sehingga, Flyover Purwosari akan menjadi kado untuk masyarakat Surakarta pada awal tahun depan,” ujar Satrio.

Pengoperasian penuh Flyover Purwosari pada awal tahun depan ini menyusul telah dilakukan  uji coba pembukaan lalu lintas ( open traffic) sejak Senin (21/12/2020) dan akan berakhir pada Sabtu (26/12/2020).

Uji coba ini dilakukan dengan membuka 2 lajur dua arah yakni, arah Kartosuro menuju Jalan Slamet Riyadi atau sebaliknya.

Dari hasil uji coba, pembukaan flyover berpengaruh terhadap kelancaran lalu lintas di titik-titik yang menjadi tempat kemacetan seperti di wilayah Manahan, Tugu Lilin, dan Makam Haji.

Secara fungsional, flyover itu sudah dapat dilintasi kendaraan roda dua maupun roda empat, namun masih perlu pekerjaan minor untuk melengkapi dan mempercantik tampilannya

Misalnya, marka di jalur lambat, penyelesaian kerb, pagar pengaman di atas rel kereta api (tengah FO), pemasangan Penerangan Jalan Umum (PJU) di jalur lambat, lansekap, dan pekerjaan beautifikasi.

Flyover Purwosari.Dok. Kementerian PUPR. Flyover Purwosari.

Pembangunan Flyover Purwosari dikerjakan oleh kontraktor PT Wijaya Karya (Persero) Tbk dengan biaya sebesar Rp 104,672 miliar.

Dengan adanya Pandemi Covid-19, alokasi anggaran pada Tahun Anggaran (TA) 2020 berkurang 30 persen dan dialihkan pada TA 2021.

Paket pembangunan Flyover Purwosari mendapatkan tambahan untuk pekerjaan beautifikasi senilai Rp 9,524 miliar yang diusulkan oleh Walikota Solo dan telah mendapatkan persetujuan dari Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga Kementerian PUPR.

Flyover Purwosari memiliki total panjang struktur 701 meter dengan konstruksi jembatan layang 201 meter.

Kemudian, jalan pendekat menggunakan teknologi timbunan mortar busa yang terdiri dari sisi barat sepanjang 228 meter dan sisi timur 272 meter, serta 2 buah Corrugated Steel Structure (CSS) membentang sepanjang 22 meter.

Paket pembangunan Flyover Purwosari juga mencakup pelebaran dan penanganan jalur lambat sepanjang 2,4 kilometer.

Keberadaan Flyover Purwosari diharapkan dapat mengatasi masalah kemacetan yang kerap terjadi pada jam sibuk di Jalan Slamet Riyadi yang dilalui arus lalu lintas dari arah Kartosuro ( Yogyakarta atau Semarang) menuju pusat Kota Solo. [Source:Kompas]

Komentar Dinonaktifkan