Pemerintah Targetkan Time Travel 1,9 Jam Per 100 Kilometer

JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) berupaya untuk menekan waktu tempuh ( travel time) perjalanan menjadi 1,9 jam per 100 kilometer pada lintas utama pulau di jaringan jalan nasional.

Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Marga Kementerian PUPR Hedy Rahadian mengungkapkan hal itu dalam webinar nasional bertajuk “Konektivitas Prasarana Jalan untuk Kesejahteraan Bangsa”, Senin (21/12/2020).

“Dari segi kinerja, kami ingin menekan travel time dari sekitar 2,2 jam-2,3 jam menjadi 1,9 jam per 100 kilometer pada lintas utama pulau di jaringan jalan nasional,” jelas Hedy.

Sebenarnya, Kementerian PUPR memiliki benchmark (tolak ukur) target waktu tempuh perjalanan sebesar 1,5 jam per 100 kilometer di jaringan jalan nasional.

Menurut Hedy, waktu tempuh sebesar 1,5 jam per 100 kilometer merupakan waktu tempuh paling ideal dan kompetitif.

Oleh sebab itu, pembangunan jalan tol dinilai sebagai  backbone untuk mengembangkan kecepatan sekaligus menekan waktu tempuh perjalanan.

Perlu diketahui, saat ini, total panjang jaringan jalan di Indonesia mencapai 540.000 kilometer jalan yang belum termasuk jalan tol.

Dari jumlah tersebut, imbuh dia, masih terdapat disparitas antara jalan nasional, jalan provinsi, serta jalan kabupaten/ kota.

Rinciannya, jalan nasional sepanjang 47.017 kilometer memiliki kemantapan kondisi jalan sebesar 90 persen.

Angka ini turun 2,2 persen dibandingkan tahun lalu atau sebesar 92,2 persen akibat Pandemi Covid-19.

Kemudian, kemantapan jalan provinsi sebesar 75 persen sepanjang 54.554 kilometer serta jalan kabupaten/kota 65 persen sepanjang 437.782 kilometer.

Menurut dia, presentase angka kemantapan jaringan jalan di Indonesia itu tidaklah baik dan harus mencapai 100 persen.

“Kita harus bersama-sama memiliki kemantapan jalan yang baik agar akses mobilitas di jaringan jalan cukup baik,” tuntas Hedy.

Adapun fungsi jalan nasional adalah untuk konektivitas pelabuhan laut, pelabuhan penyeberangan, serta bandara pengumpul. [Source:Kompas]

Komentar Dinonaktifkan